“Harapannya kerja sama ini bisa memberi kontribusi nyata bagi pengembangan Politeknik Negeri Manado dan juga bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah,” ujarnya.
Dalam pemaparannya di hadapan mahasiswa, dosen, dan civitas akademika, Andrei menekankan bahwa tujuan menempuh pendidikan tinggi bukan hanya sekadar memperoleh ijazah. Menurutnya, mahasiswa perlu memanfaatkan masa kuliah untuk memperkaya pengetahuan, memperluas wawasan, serta mengasah keterampilan yang berguna di dunia kerja.
“Menjadi mahasiswa bukan hanya soal mendapatkan ijazah, tetapi bagaimana kita memperoleh pengetahuan, pengalaman, dan skill yang dapat meningkatkan kualitas diri,” kata Andrei.
Ia juga mengingatkan mahasiswa tentang pentingnya kesiapan menghadapi persaingan di masa depan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. Kualitas sumber daya manusia, menurutnya, sangat ditentukan oleh berbagai faktor seperti pendidikan, kesehatan, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.
Selain itu, Andrei turut menyinggung perkembangan teknologi yang semakin pesat, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence yang kini mulai memengaruhi berbagai bidang kehidupan.
Menurutnya, teknologi tersebut dapat memberikan manfaat besar jika dimanfaatkan secara bijak dan digunakan untuk meningkatkan produktivitas serta inovasi.
Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif. Sejumlah mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajukan pertanyaan seputar pembangunan kota, pengembangan sumber daya manusia, hingga tantangan generasi muda di era teknologi.